Chelsea Punya rencana Naikkan Upah Tammy Abraham

Penampilan bagus Tammy Abraham ketika menghadapi Norwich City membuahkan rezeki untuk bintang yang bersangkutan. Belum lama ini, Chelsea memiliki rencana meroketkan bayaran bintang berumur dua puluh tahun itu.

Chelsea tersadar tim mereka kompetisi musim ini menyimpan peluang raksasa untuk berjaya Pada Era nanti. Pemain-pemain muda sebagaimana Mason Mount dan Callum Hudson-Odoi yang tengah cedera, jua dapat menjadi senjata tumpuan.

SkySports meluncurkan, bintang kelahiran London itu nantinya bakal diguyur 50 000 poundsterling per minggu. Tak cuma naik upah, Abraham jua bakal diganjar kesepakatan kontrak jangka lama anyar oleh dewan tim. Dalam kontrak baru, dia terus bakal berjersey The Blues sampai Juni 2022 nanti.

Padahal, sejumlah minggu silam, ia pernah melakoni pemijaman di klub-klub,. Pada Agustus 2016, dia ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju Bristol City. Satu musim kemudian, dia balik lagi ditransfer sebagai pemain pinjaman. Kali ini menuju Swansea pada Juli 2017. Terbaru, Agustus 2018 dia ditransfer menuju Aston Villa.

Tammy Abraham pernah jadi kritikan suporter Chelsea saat tidak berhasil mengeksekusi tembakan penalti di Piala Super Eropa sejumlah masa silam. Tapi, hal tersebut telah terlupakan sebab dia bisa membayarnya dengan 2 skor menuju gawang Norwich.

2 golnya menuju gawang Norwich berujung kemenangan pertama The Blues kampanye musim ini. Pada 2 pertandingan awal Chelsea kampanye musim ini, pemain Frank Lampard menderita 1 kekahalan dan 1 hasil seri.

Argentina Jawara, Scaloni Pensiun

Menyambut pertandingan perdana di Copa America melawan Kolombia, Minggu (16/6/2019), juru tak-tik tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, bergurau. Dia berseloroh bakal menutup lembaran kariernya apabila Lionel Messi dan kawan-kawan. sukses mengklaim gelar Copa America 2019.

Argentina terus jadi peringkat kedua pada 2 edisi sebelumnya, yang paling baru sukses memenangi Copa America di tahun 1993. Menyambut pertandingan pembuka, Scaloni bergurau dengan wartawan.

“Jika kami memenangkan Copa America, aku bakal retired, ” canda Scaloni.

“Tim ini bisa sampai 2 laga pamungkas Copa America. Amat vital untuk memikirkannya dan paham jika amat sukar untuk bisa sampai sana dan tak ada yang dimenangkan. Ini bakal amat sukar dan rumit. Kami di sini untuk memainkan seluruh laga dan untuk memperlihatkan jika pemain-pemain ini bisa berlaga dengan kaos ini, ” imbuh Scaloni.

Pada Copa America edisi ke-46 ini, asa jawara balik lagi diemban sang kapten, Lionel Messi. Walau selama kariernya, Messi tak kunjung sukses menyediakan trofi untuk Argentina, Scaloni masih memberi sanjungan pada penyerang Barcelona ini.

“Saya mau menekankan antusiasmenya untuk berlaga sepak bola. Ia dilahirkan untuk bertanding sepak bola, ia dilahirkan untuk menang. Kami terkesima dengan antusiasmenya dan kenyataan ia di sini berbagi jika ekspektasi untuk menang bareng kami membikin kami amat senang, ” jelas Lionel Scaloni.

Ten Hag Beberkan Rahasia Penampilan Keren Ajax Musim Ini

Juru tak-tik Ajax Amsterdam, Erik Ten Hag, membeberkan rahasia performa keren kesebelasannya selama kompetisi musim. Usut punya usut, pada nyatanya dia mereplika metode terapan Pep Guardiola di dalam membimbing para pemainnya.

Ajax melaju menuju semi-final Liga Champions buat pertama kali semenjak 1997. Sedangkan di ajang domestik, anak-anak ibukota bertarung ketat dengan PSV Eindhoven di pucuk klasemen dengan angka serupa.

Ten Hag merasa bersyukur dapat mengantarkan kesebelasannya main melebihi harapan musim ini. Sebab, semenjak ditinggalkan Frank de Boer pada 2016, performa De Godenzonen perlahan mengalami penurunan. Baru kompetisi musim ini, Ajax dapat balik lagi mencapai pucuk klasemen.

“Banyak orang terkesima atas apa yang kami perbuat kompetisi musim ini. Namun, sesungguhnya memang terdapat banyak langkah besar yang saya ambil musim ini. Saya tidak sedikit menimba ilmu dari beberapa figur sepanjang karierku dan ini memiliki dampak besar atas apa yang saya kerjakan sekarang, ” jelasnya sebagaimana dilansir dari SportBild.

Juru tak-tik berumur 49 tahun itu sudah kerja dibawah pengawasan Pep Guardiola kala melatih Bayern Munich II. Pengalamannya itu menjadi momen sangat tidak terlupakan untuknya. Ten Hag mengakui tidak sekalipun bermimpi dapat ada di posisi ini.

“Aku amat menghargai peluang kerja sama dengan sejumlah nama terkenal sebagaimana Guardiola dan Matthias Sammer. Rasanya kayak menang lotere, filosofi yang keduanya ajarkan sedapat mungkin saya terapkan di kesebelasan ini, ” pungkasnya.

Cutrone Tidak Punya Plan Pergi dari AC Milan

Walau telah mulai jarang mendapat menit tampil reguler, Patrick Cutrone sama sekali tidak berencana buat meninggalkan AC Milan. Hal itu dikonfirmasi oleh sang agen, Giovanni Branchini.

Sejak kedatangan Krzysztof Piatek, Patrick Cutrone memang sulit buat berlaga di skuat inti Rossonerri. Dia sampai-sampai telah lumayan lama tidak menyarangkan goal. Goal paling akhir yang dia buat tercipta dalam laga vs Parma di bulan Desember yang lalu.

“Patrick sekarang amat memusatkan perhatian guna memberi kemampuan paling bagusnya pada AC Milan. Dia mau menghantarkan Milan balik lagi tampil dalam Liga Champions dan lolos putaran final Coppa Italia, ” tutur Giovanni Branchini dilansir dari website Football Italia.

“Kedua hal tersebut adalah tujuan yang amat vital untuknya. Dia punya koneksi yang bagus dengan Gennaro Gattuso serta senantiasa menghargai tiap-tiap keputusan yang dieksekusi. Di samping itu, dia jua mengaku kemampuan dari teman-temannya, ” katanya melanjutkan.

Kedatangan Krzysztof Piatek membikin media-media Italia mengabarkan bawha Patrick Cutrone telah mulai tidak betah di AC Milan. Striker 21 tahun ini dikatakan bakal pindah ke Torino pada bursa transfer musim panas mendatang. Tapi, laporan itu jua dipungkiri oleh Branchini.

“Berita-berita soal transfer menuju tim lainnya khususnya Torino tidaklah benar. Kami bukan saja tak omong dengan tim lainnya. Namun, kami jua sama sekali tidak memiliki rencana guna menemui perwakilan dari tim lainnya, ” tutupnya.

Ini Kata Manajer Rival usai Kalah dari Egy Maulana Vikri cs

Setelah laga, Vom Ca Nhum bakal mendesak anak-anak asuhnya guna beristirahat.

Sebab, tim nasional U-19 Taiwan bakal menjalani pertandingan ke 2 vs tim nasional U-19 Uni Emirat Arab (UEA) di SUGBK, Minggu (21/10/2018).

Satu dari sekian banyak strategi yang dipersiapkan oleh Vom Ca Nhum setingkat lebih pada pemain untuk optimis kala menggiring bola. Tim nasional U-19 Taiwan terpaksa mengaku keunggulan tim nasional U-19 Indonesia usai menerima kekalahan dengan score 1-3 di pertandingan perdana fase penyisihan Grup A Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Juru tak-tik tim nasional U-19 Taiwan, Vom Ca Nhum, memberi ungkapannya sehabis dikalahkan tim nasional U-19 Indonesia di turnamen Piala Asia U-19 2018.

Vom Ca Nhum masih terus memberi apresiasi pada teamnya walau menerima kekalahan telak dari tim nasional U-19 Indonesia.

Anggapannya itu jadi laga internasional perdana untuk tim nasional U-19 Taiwan semenjak terakhir kali melakukan pertandingan di 2017.

“Anak-anak berlaga lumayan bagus dengan sesuai yang saya ingin terapkan pada pelatihan, walau hari ini team saya menerima kekalahan, ” tutur Vom Ca Nhum setelah laga.

“Saya pun menyaksikan anak-anak nampak mendapat tekanan hebat hingga team saya menerima kekalahan namun rombongan saya masih berupaya sampai menit penghujung, ” tutur Vom Ca Nhum melanjutkan.

Ia mengidamkan anak asuhnya untuk bersabar membentuk serangan menuju barisan defensif rival

“Melawan UEA rombongan saya bakal berlaga dengan strategi yang serupa namun besok bakal ada pemain-pemain yang dirotasi, ” tutur Vom Ca Nhum.

Tim nasional U-19 Indonesia sukses unggul 3-1 via sepasang goal Witan Sulaiman serta Egy Maulana Vikri pada fase ke 2.

Sedangkan 1 goal tim nasional U-19 Taiwan dibuat dengan Wang Chung Yu.

Toby Alderweireld Akui Ragu dengan Masa Depannya di Tottenham

Pemain bertahan berkewarganegaraan Belgia, Toby Alderweireld, Toby Alderweireld tidak menepis masa depan kariernya yang tidak jelas bareng Tottenham Hotspur. Meskipun begitu, Alderweireld mengatakan komitmennya menjadi bintang Tottenham.

Hal tersebut seperti yang tersirat saat dia diberi pertanyaan soal perkembangan tawar menawar kesepakatan kontrak bersama petinggi Spurs.

“Tidak, tidak tersedia yang dapat aku ucapkan (soal kontrak), ” kata Alderweireld menurut dilansir BolaSport. com melalui laman Sky Sports. “Saat ini aku tengah memusatkan perhatian serta coba guna menghantarkan Tottenham. Cuma ini yang dapat aku kerjakan, ” jelasnya.

Sebab, jika petinggi kesebelasan tidak berhasil mengaktifkan pilihan pembaruan kesepakatan kontrak 1 musim, mungkin Alderweireld bakal angkat kaki dengan cara gratis di bursa transfer musim panas tahun nanti.

Tapi, Tottenham Hotspur dapat juga menguangkan dia jika ikhlas dilepaskan di musim transfer pemain pada tengah musim Januari 2019 kelak. Seperti dilansir Transfermrkt, biaya pasaran lelaki berpostur satu, 86 meter ini sekarang ditaksir bisa sampai 36 juta pounds ataupun sebesar Rp723, 542 miliar.