Kisah Kelam Sejarah Tim Nasional Sepakbola Indonesia

Indonesia menuding bahwa tuan rumah mengerjakan strategi tidak sportif. Puncaknya ketika laga semifinal. Indonesia menuai protes pada wasit Othman Omar, yang saat itu berkebangsaan Malaysia. Wasit dianggap seperti berat sebelah. Perkelahian antar pemain Indonesia dan Thailand tidak terhindarkan, serta wasit segera memberhentikan laga di menit ke 60 ketika kedudukan 1-1. Indonesia kemudian menolak melanjutkan laga serta memberikan kemenangan tuk Thailand.

  1. SuperMokh Bungkam Senayan, menjamu Malaysia 0-1 (SEA Games 1979) Harapan rakyat Indonesia tuk menjuarai liga musnah lantaran gol dari Mokhtar Dahari. Blunder dibuat oleh Ronny Pattinasarany sukses dimanfaatkan SuperMokh tuk membobol jaring Indonesia
  2. Raksasa Melawan Liliput, kontra Fiji 3-3 (Kualifikasi Piala Dunia 1982) Indonesia kandas menekuk Fiji, negara sebesar propinsi Nusa Tenggara Barat. Terintegrasi didalam Sub Grup A di kualifikasi Piala Dunia 1982, timnas Indonesia nyaris kalah serta jadi juru kunci.
  3. Antiklimaks tim Garuda 1, menjamu Thailand 0-7 (SEA Games 1985) Timnas Indonesia main dibawah standar kepada turnamen SEA Games Thailand. Timnas Indonesia bermain dengan skuad seadanya, lantaran tim Garuda 1 lagi berlatih khusus di kawasan Brasil.
  4. Gol bunuh diri Oleh Mursyid Effendy, melawan Thailand 2-3 (Piala Tiger 1998) Timnas Indonesia hendak terhindar dari Vietnam di partai semi-final, Indonesia Dan Thailand “menolak” untuk memenangi pertandingan di laga terakhir babak kualifikasi Grup A. Ke-2 tim sama-sama diprediksikan lolos menuju semi-final, dan hasil seri telah cukup tuk Thailand tampil menjadi runnerup dan terbebas dari Vietnam. Ketidak seriusan memuncak pasca jeda. Indonesia pernah 2 kali mempimpin lalu selalu disamakan Thailand. Dan di menit ke 90 Mursyid Effendi tiba-tiba melakukan kesalahan yaitu gol bunuh diri! Thailand pun unggul 3-2. Mursyid kena sanksi larangan main seumur hidup tuk timnas Indonesia.
  5. Kontra China 0-5 (Piala Asia 2004) Timnas Indonesia cuma membutuhkan 1 poin tuk lolos, dan lawan yang dihadapi yaitu China dan Bahrain. Pada kenyataannya, Indonesia justru bermain lesu dan tim Garuda angkat tangan hingga 5-0.
  6. Blunder Garuda Muda, menjamu Suriah 0-7, (Kualifikasi Piala Dunia 2010) Garuda Muda musti menyerah 7-0 dari timnas Suriah. Pelatih Ivan Kolev yang ketika itu dipuja-puja juga sontak kehilangan keyakinan dari PSSI dan kemudian digantikan Benny Dollo di awal tahun 2008.
  7. Skandal Senayan, Melawan Yugoslavia Selection 2-3 Alm. Tony Pogacnik tercengang saat ditanya wartawan tentang peristiwa memalukan yang muncul dalam persiapan Indonesia tuk berhadapan di Asian Games 1962. Persiapan tuk cabang sepakbola dihelat begitu serius dengan program pelatnas Lalu membentuk 2 tim, Banteng juga Garuda. Dan banyak laga uji coba digelar, yakni lawan Torpedo Moskwa Dan Yugoslavia Selection. Dalam hasil minor 3-2 ketika melawan Yugoslavia Selection dicurigai beberapa pemain dari timnas sudah mendapat suap. Pogacnik bahkan sampai berlinang air mata setelah kepolisian memeriksa dan menahan para pemain lantaran tuduhan itu.
  8. Tragedi Manama, vs Bahrain 0-10 (Kualifikasi Piala Dunia 2014) Tak lagi punya peluang lolos, ditambah dengan masalah yakni dualisme kejuaraan, PSSI melepas tim yang cuma diisi oleh pemain kompetisi legal. Wim Rijsbergen sudah tak lagi melatih serta Aji Santoso juga dipercaya menukangi tim. Hasil buruk terlihat merusak laga penampilan sang pelatih, dan sebagian besar pemain di ruang lingkup internasional. Kalah besar 10-0 di Manama, merupakan kekalahan timnas Indonesia sepanjang sejarah sepakbola, rekor tersebut melewati rekor sebelumnya yakni 9-0 saat ditundukan Denmark era 1974.

Leave a Reply

Your email address will not be published.